Sabtu, 04 Mei 2013

Berbagai Pandangan Psikologi

di Mei 04, 2013 0 komentar


Berbagai Pendekatan dan Aliran dalam Psikologi


A.    Psikologi Behaviorisme
Aliran ini timbul di Rusia yang dipelopori oleh Juan Petrovich Pavlov
1)         Juan Petrovich Pavlov (1849-1936)
Para ahli Behaviorisme termasuk Pavlov ingin meneliti psikologi secara objektif, yaitu yang dapat diobservasi secara langsung. Pavlov menolak digunakan metoda intropeksi, karena tidak dapat diperoleh data yang objektif. Pavlov ingin merintis objective psychology, oleh karena itu metoda intropeksi tidak digunakan. Ia mendasarkan eksperimennya pada keadaan yang benar-benar dapat diobservasi (observedfacts).
2)        Edward Lee Thorndike (1874-1949)
Thorndike merupakan tokoh yang mengadakan penelitian tentang animal psychology. Penelitian mengenai hewan diwujudkan dalam disertasi doktornya yang berjudul “Animal Intelligence: An Experimental Study of The Associative Processes in Animals”, yang kemudian diterbitkan dalam buku pada tahun 1911 dengan judul “Animal Intelligence” (Hergenhanhn, 1976).

Penelitian Thorndike terhadap tingkah laku binatang mencerminkan prinsip dasar proses belajar yang dianut oleh Thorndike, yaitu bahwa dasar dari  belajar adalah asosiasi. Suatu stimulus (S), akan menimbulkan suatu respons (R) tertentu. Teori ini disebut teori Stimulus- Response (S-R).  Dalam teori S-R dikatakan bahwa pada proses belajar, pertama kali organisme dengan cara coba dan salah (trial and error).

Tiga macam hukum yang sering dikenal sebagai hukum primer dalam belajar, yaitu:
§  Hukum Kesiapan (the law of readness)
Belajar yang baik memerlukan adanya kesiapan dari organisme yang bersangkutan. Apabila tidak ada kesiapan, maka hasil belajar tidak akan baik.
§  Hukum Latihan (the law of exercise)
Menurut Thorndike hukum latihan ini ada dua aspek, yaitu : (1). The law of use yaitu hukum yang menyatakan bahwa hubungan antara stimulus dan respons akan menjadi kuat apabila ada latihan atau sering digunakan. (2). The law of difuse yaitu hukum yang menyatakan bahwa hubungan antar stimulus dengan respons akan menjadi lemah apabila tidak ada latihan atau tidak sering digunakan.

§  Hukum Efek (the law of effect)
Yaitu hukum yang menyatakan hubungan antara stimulus dan respons menjadi kuat atau lemah tergantung pada hasil yang menyenangkan atau tidak.

3)        Burrhus Frederick Skinner (1994-1990)
Untuk menjelaskan teorinya, Skiner mengadakan suatu percobaan yang disebut proses kondisioning operant. Proses kondisioning tidak jauh berbeda dengan kondisioning klasik dari Pavlov. Keduanya terdapat stimulus dan respons tak terkondisi serta stimulus dan respons terkondisi. Tetapi dalam percobaan Pavlov anjing mengeluarkan air liur dalam kondisi pasif, sedang dalam percobaan Skinner tikus aktif mengubah situasi dengan menekan tombol demi tercapainya kebutuhan yaitu makanan. Karena itu respon berkondisi (CR) yaitu menekan tombol pada waktu lampu menyala dalam percobaan Skinner disebut respons operan atau tingkah laku operan, sedang stimulus berkondisi disebut stimulus operan. 

Menurut Skinner terdapat dua prinsip umum yang berkaitan dengan kondisioning operan, yaitu: setiap respons yang diikuti oleh reward        ini berkerja sebagai reinforcement stimuli           akan cenderung di ulangi.

4)        John B. Watson (1878-1958)
Menurut Watson psikologi itu murni merupakan cabang dari ilmu pengetahuan alam eksperimental. Tujuan psikologi secara teoritis adalah memrediksi dan mengontrol prilaku, sehingga intropeksi bukan metoda yang dipergunakan. Yang dipelajari adalah perilaku yang dapat diamati, bukan kesadaran karena merupakan pengertian yang meragukan (dubius).

B.     Psikoanalisa
Sigmund Freud (1856-1939) merupakan pendiri psikoanalisa. Menurut Freud pikiran-pikiran yang direpres atau ditekan, merupakan sumber prilaku yang tidak normal/menyimpang. Pandangan Freud secara lengkap adalah sebagai berikut :

1)        Kesadaran dan Ketidaksadaran
Sigmund Freud berpendapat bahwa kehidupan psikis terdiri dari : kesadaran dan ketidaksadaran. Selanjutnya Freud berpendapat bahwa kepribadian terdiri dari Id, Ego dan Super ego. Id merupakan bagian primitif dari kepribadian Id mengandung insting seksual dan insting agresif. Id membutuhkan satisfaction dengan segera tanpa memperhatikan realitas yang ada, sehingga oleh Freud disebut prinsip kenikmatan. Ego disebut prinsip realitas. Ego menyusuaikan diri dengan realitas. Sedang Super ego merupakan prinsip moral, yaitu mengontrol perilaku dari segi moral.

2)        Insting dan Kecemasan
Freud menyatakan insting terdiri dari insting untuk hidup dan insting untuk mati. Insting untuk hidup mencangkup lapar, haus dan seks, ini merupakan kekuatan kreatif dan oleh Freud disebut Libido. Sedang insting mati merupakan kekuatan destruktif. Hal ini dapat ditunjukkan kepada diri sendiri, menyakiti diri sendiri atau bunuh diri atau ditunjukan keluar merupakan bentuk agresi

Menurut Freud ada tiga macam kecemasan yaitu kecemasan objektif merupakan kecemasan yang timbul dari ketakutan terhadap bahaya nyata. Kecemasan neurotik merupakan kecemasan atau merasa takut akan mendapatkan hukuman atas keinginan yang impulsif. Kecemasan moral merupakan kecemasan yang berkaitan dengan moral. Seseorang marasa cemas karena melanggar norma-norma moral, inilah yang disebut kecemasan moral.

Pandangan lain dari Sigmund Freud yang penting adalah tentang mekanisme pertahanan. Mekanisme pertahanan ini bertujuan untuk menyalurkan dorongan-dorongan primitif yang tidak dapat dibenarkan oleh super ego dan ego. Mekanisme pertahanan ini berfungsi untuk melindungi super ego dan ego dari ancaman dorongan primitif yang mendesak terus karena tidak diijinkan muncul oleh super ego. Sembilan mekanisme pertahanan yang dikemukakan oleh Freud adalah:

a)      Represi
Represi terjadi, misalnya, kalau seseorang mengalami suatu peristiwa tetapi karena pengalaman itu ternyata mengancam/ bertentangan dengan super ego, maka pengalaman tersebut ditekan/di repres masuk kedalam ketidaksadaran dan di simpan agar tidak mengancam super ego lagi.

b)     Pembentukan Reaksi
Reaksi seseorang yang sebaliknya dari yang dikehendaki, agar tidak melanggar ketentuan dari super ego.

c)      Proyeksi
Karena super ego melarang seseorang mempunyai perasaan atau sikap negatif terhadap orag lain, maka ia berbuat seolah-olah orang lain yang membenci B, tetapi super ego melarang A membenci B (misalnya karena B mertuanya), maka A mengatakan bahwa B yang membenci dia.

d)     Penempatan yang Keliru
Kalau seseorang tidak dapat melampiaskan perasaaan terhadap orang lain karena hambatan dari super ego, maka ia akan melampiaskan perasaan tersebut kepada pihak ketiga.

e)      Rasionalisasi
Dorongan-dorongan yang sebenarnya dilarang oleh super ego, dicarika dasar rasionalnya sedimikian rupa, sehingga seolah-olah dapat dibenarkan.

f)       Supresi
Supresi adalah menekan sesuatu yang dianggap membahayakan atau bertentangan dengan super ego kedalam ketidaksadarannya. Berbeda dengan represi, dalam supresi hal yang di tekan adalah hal-hal yang timbul dari ketidaksadarannya sendiri dan belum pernah muncul dalam kesadaran.

g)      Sublimasi
Dorongan-dorongan yang tidak dibenarkan oleh super ego dialihkan ke dalam bentuk perilaku yang lebih sesuai dengan norma-norma masyarakat.

h)     Kompensasi
Untuk menutupi kegagalannya dalam suatu bidang kelemahan atau dari bagian fisiknya, ia membuat prestasi yang inggi dalam bidang tersebut atau yang berkaitan dengan organ fisiknya.

i)        Regresi
Untuk menghindari kegagalan-kegagalan atau ancaman terhadap egonya, individu mundur kembali ketaraf perkembangan yang lebih rendah misalnya kembali pada masa kanak-kanak. Pendapat lain dari Freud adalah bahwa setiap individu mempunyai seksualitas kanak-kanak yaitu dorongan seksual yang terdapat pada bayi. Dorongan ini akan berkembang terus menjadi dorongan seksulitas pada orang dewasa, melalui beberap tingkat perkembangan, yaitu:

             i.     Fase oral (mulut)  : Pada fase ini kepuasaan seksualnya terdapat  disekitar mulut.
            ii.     Fase anal (anus)  : Pada fase ini kira-kira usia dua tahun, daerah kepuasan seksual berpindah pada anus.
          iii.     Fase phalic   : Pada anak usia 6-7 tahun kepuasan seksualnya terdapat pada alat kelamin.
          iv.     Fase latent  : Pada anak usia 7-8 tahun sampai mengijak awal masa remaja, seolah-olah tidak ada aktivitas seksual.
       v.     Fase genital   : Dimulai sejak masa remaja; segala kepuasan seksual terutama pada alat kelamin
C.      Psikologi Humanistik
Abraham Maslow (1908-1970) dapat dipandang sebagai bapak dari psikologi Humanistik. Gerakan ini merasa tidak puas terhadap psikologi behavioristik dan psikoanalisa, dan memfokuskan manusia dengan ciri-cirinya eksistensinya.
Psikolgi Humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950bdan terus berkembang. Tokoh-tokoh psikologi Humanistik memandang behaviorisme mendehumanisasi manusia. Psikologi Humanistik mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia. Menurut psikologi humanistik manusia adalah mahluk yang kreatif, yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihannya sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.

Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.


Kamis, 07 Maret 2013

Definisi Sehat

di Maret 07, 2013 4 komentar
apa sih arti kata sehat menurut kalian? nah kalau kalian ingin tau sehat secara mendalam, yuk kita simak tulisan di bawah ini :)



Konsep sehat menurut Masyarakat awam mendefinisikan sehat sebagai keadaan yang enak , nyaman dan bahagia . Dan dapat melakukan pekerjaan sehari – hari dalam kondisi yang prima. Sedangkan sakit di definisikansebagai keadaan tubuh yang mengalami gangguan fisik sehingga timbul rasa dan perasaan yang tidak mengenakan , tidak nyaman dan tidak bisa melakukan pekerjaan sehari- hari .Konsep sehat sakit ini mengakar pada masyarakat luas dan berlaku bagi berbagai kalangan (pria dan wanita), dewasa dan anak-anak .


  • Menurut Para Ahli:



  1. Konsep sehat menurut Parkins (1938) adalah suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya. 
  2. Menurut White (1977) Sehat adalah suatu keadaan di mana seseorang pada waktu diperiksa tidak mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan kelainan. 
  3. Menurut Pepkin’s Sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk tubuh dan fungsi yang dapat mengadakan penyesuaian, sehingga dapat mengatasi gangguan dari luar.

  • Kita semua selalu ingin sehat, namun perlu kiranya dipahami pengertian dari sehat itu sendiri secara benar dan tepat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan sehat adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Definisi WHO tentang sehat tersebut mempunyai karakteristik berikut yang dapat meningkatkankonsep sehat yang positif yaitu, pertama,  memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh.Kedua, memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal. Serta yang ketiga,  penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.

Dan definisi sehat menurut WHO tersebut, terdapat empat komponen penting yang merupakan satu kesatuan dalam definisi sehat yaitu:

  1. Sehat Jasmani, Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti sehat seutuhnya, berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak bau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruh fungsi fisiologi tubuh berjalan normal.
  2. Sehat Mental, Sehat Mental dan sehat jasmani selalu dihubungkan satu sama lain dalam pepatah kuno “Dalam jiwa yang sehat terdapat di dalam tubuh yang sehat “(Men Sana In Corpore Sano)”.Atribut seorang insan yang memiliki mental yang sehat adalah sebagai berikut :
    a. Selalu merasa puas dengan apa yang ada pada dirinya, tidak pernah menyesal dan kasihan terhadap dirinya, selalu gembira, santai dan menyenangkan serta tidak ada tanda-tanda konflik kejiwaan. 
    b.  Dapat bergaul dengan baik dan dapat menerima kritik serta tidak mudah tersinggung dan marah, selalu pengertian dan toleransi terhadap kebutuhan emosi orang lain.
    c.  Dapat mengontrol diri dan tidak mudah emosi serta tidak mudah takut, cemburu, benci serta menghadapi dan dapat menyelesaikan masalah secara cerdik dan bijaksana.
  3. Kesejahteraan Sosial Batasan kesejahteraan sosial yang ada di setiap tempat atau negara sulit       diukur dan sangat tergantung pada kultur, kebudayaan dan tingkat kemakmuran masyarakat setempat. Dalam arti yang lebih hakiki, kesejahteraan sosial adalah suasana kehidupan berupa perasaan aman damai dan sejahtera, cukup pangan, sandang dan papan. Dalam kehidupan masyarakat yang sejahtera, masyarakat hidup tertib dan selalu menghargai kepentingan orang lain serta masyarakat umum. 
  4. Sehat Spiritual, Spiritual merupakan komponen tambahan pada definisi sehat oleh WHO dan memiliki arti penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Setiap individu perlu mendapat pendidikan formal maupun informal, kesempatan untuk berlibur, mendengar alunan lagu dan musik, siraman rohani seperti ceramah agama dan lainnya agar terjadi keseimbangan jiwa yang dinamis dan tidak monoton.

Keempat komponen ini dikenal sebagai sehat positif atau disebut sebagai “Positive Health” karena lebih realistis dibandingkan dengan definisi WHO yang hanya bersifat idealistik semata-mata.
Menurut UU No.23,1992tentang Kesehatan menyatakan bahwa sehat adalah keadaan sejahteradari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.
Dalam pengertian yang paling luassehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimanaindividu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal ( psikologis,intelektua, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, sosial, dan ekonomi) dalammempertahankan kesehatannya.
Sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam musyawarah Nasional Ulama tahun 1983 merumuskan kesehatan sebagaiketahanan “jasmaniah, ruhaniyahdansosial” yang dimiliki manusia sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan tuntunan-Nya, dan memelihara serta mengembangkannya.
Islam sangat memperhatikan kondisi kesehatan sehingga dalam Al Quran dan Hadits ditemui banyak referensi tentang sehat.Misalnya Hadits Bukhari yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda.“Dua nikmat yang sering tidak diperhatikan oleh kebanyakan manusia yaitukesehatan dan waktu luang.”
Kosa kata “sehatwalafiat” dalam bahasa Indonesia mengacu pada kondisi ragawi dan bagian-bagiannya yang terbebasdari virus penyakit. Sehat Wal Afiat ini dapat diartikan sebagai kesehatan pada segifisik, segi mental maupun kesehatan masyarakat.




Kesehatan manusia dipengaruhi oleh 6 faktor yaitu :
1. Udara
2. Air
3. Makanan dan Minuman
4. Keseimbangan Emosi
5. Olahraga Teratur
6. Istirahat Cukup

Sumber            :
http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/11/29/memahami-definisi-sehat-512845.html

Minggu, 03 Maret 2013

Rintikan Cinta di Balik Senja

di Maret 03, 2013 0 komentar

Derai hujan kian lama kian menukik tajam, menumpahkan segala elemen yang terkandung di dalamnya, derap langkah kaki orang yang berlalu lalang di sini ikut menambah kebisingan kota. Beberapa orang itu nampak berlari menghindari hujan, tapi tidak dengan gadis itu, dia tetap diam ditempat duduknya semula, memandang langit kelam dengan tatapan sendunya, entah apa yang ia pikirkan saat ini. aku berjalan pelan kearahnya, mengarahkan benda berbentuk parabola ke atas kepalanya, ia terlihat terkejut dengan kedatanganku.
“kau?” ujarnya bingung.
“kau sudah gila ya?” tanyaku kesal, ia menghela napasnya perlahan.
“dia pasti akan datang kan?” ia menatapku dengan tatapan memohonnya, aku menggeleng pelan.
“kita pulang! Ibumu sudah menunggu Nita.” Perintahku tegas, menarik pelan tangan mungilnya, tapi dengan angkuhnya ia menepis tanganku.
“aku masih mau disini, kau saja yang pulang. Dia pasti akan datang, aku yakin itu.” Aku kembali menarik tangannya kali ini lebih kencang dari sebelumnya.
“ku bilang pulang! Dia tak akan datang! Karena dia sudah meninggal nita! Sadar nit! Sadar!” kataku marah, emosiku kali ini sudah mencapai batas maksimumnya, sudah lama aku menahan emosiku karenanya, tapi ini sudah berlebihan, kalo ini terus ku biarkan ia bisa kehilangan akal sehatnya. Lagi-lagi ia menepis tanganku. Menutup telinganya rapat, menggeleng sekuat yang ia bisa.
“nggak mungkin ron, dia pasti datang! Pasti!” ujarnya tegas, berlari sekuat yang ia bisa, pergi meninggalkan aku sendiri di sini.

***
Senyumku mengembang layaknya sepotong cake yang ada di tanganku sekarang, rasanya semua capek itu hilang ketika melihat hasil karyaku, yap sepotong cake cokelat yang kurasa cukup mengiurkan ini, dengan langkah pasti aku memasukkan cake itu kedalam dus yang telah ku sediakan dan membawanya menuju rumah gadis yang sangat ku cintai. Tidak perlu memakan waktu yang lama aku telah sampai persis di depan rumahnya. Menekan bel yang bertenger manis di samping pagar rumah, selang beberapa menit seseorang datang dan menghampiriku.
“eh den Roni, nyari non Nita ya?” tanyanya, aku mengangguk pasti.
“adakan bi?”
“ada kok den di kamarnya.” Jawab bi inem. Aku tersenyum, lalu segera bergegas masuk ketika pintu pagar itu di buka.
“terima kasih bi.” Ujarku, melangkah dengan pasti menuju kamar dimana Nita berada.
“hai nit, lihat aku bawa apa?” kataku riang, ketika aku sudah berada di depanya, tak ada balasan dari Nita ia tetap diam memandangku dengan tatapan yang sama seperti waktu itu, tatapan yang membuat hatiku terasa perih.
“mau coba nggak nit? Ini aku sendiri loh yang buat.” Aku terus saja berusaha membuat dia merespon kata-kataku, tapi lagi-lagi yang ku dapat hanya nihil, ia tak sedikitpun membalasnya. Aku melirik sedikit ke kotak yang sedari tadi ku arahkan kepadanya, menghembuskan napas perlahan, menahan emosi yang telah siap keluar. Aku pejamkan mataku perlahan, meletakkan kotak itu tepat di sampingnya, lalu beranjak keluar dari kamarnya, sungguh aku tak ingin melihat ia seperti ini. kemana Nita yang ku kenal dulu? Kemana perginya senyuman manis itu? Tuhan bantu aku untuk mengembalikan senyuman itu lagi.
***
Aku menatapnya dengan tatapan lembut yang ku punya, berharap masih ada secercah kehangatan di sana. Tapi aku tidak dapat melihatnya, mata itu kosong dan dingin, mata itu telah redup, dan yang hanya bisa mengembalikan sinar itu hanya dia, bukan aku.
“nit” panggilku pelan, ia menoleh ke arahku sebentar lalu membuang pandangannya kemana-mana.
“mau sampai kapan kamu kayak gini? Dia udah pergi nit, aku tau kamu sedih, tapi bukan begini caranya, kamu menyisak diri kamu sendiri nit, kalau dia lihat ini, dia juga pasti sedih nit.” Kataku panjang, nita hanya membalas dengan sebuah helaan napas panjang. “ku mohon terima kenyataan.” Lanjutku lagi, nita mengangguk pelan, dan beranjak pergi meninggalkanku. Apa arti anggukan itu? Apa kau akan berusaha menerima kenyataan pahit ini?

***
“sebenernya kita mau kemana sih?” tanyamu bingung, aku tersenyum menjawabnya.
“hei, mau kemana?” merasa pertanyaanmu tidak ku jawab kau mengulang pertanyaanmu tadi.
“nanti kau juga tau kok.” Jawabku singkat, sambil terus berkonsetrasi menyetir. Ya akhirnya aku berhasil membuatmu sedikit berubah. Kau tidak lagi murung dan menatap sesuatu dengan pandangan kosongmu, kau juga sudah mulai tersenyum, ya walaupun aku tau senyumanmu belum kembali seutuhnya. Tapi itu tak masalah bagiku, karena hari ini aku berniat untuk mengembalikan senyumanmu itu.
Mobilku berhenti tepat di depan bukit yang indah, di bukit ini banyak sekali tertanam berbagai macam bunga, warnanya pun beragam. Aku dengan cepat melangkahkan kakiku menuju puncak bukit, tapi baru setengah menaikinya aku tersadar akan sesuatu, ya Nita hanya diam di samping mobilku, dan tatapan itu kembali, tatapan menyayat hati itu. Aku membalikkan tubuhku, berjalan mendekatinya.
“enggak mau naik nit?” tanyaku, Nita menggeleng pelan.
“mau ngapai ke sini Ron? Kita pulang aja yuk.” Pintanya, ia merengkuh lenganku, menarikku untuk kembali ke dalam mobil.
“Nit, dengerin aku ya, aku tau bukit ini mengingatkan kamu sama dia, aku tau di bukit ini juga dia hilang, tapi Nit kamu masih ada, kamu masih hidup, dan aku mau di bukit ini juga kamu bisa menjadi Nita yang dulu, Nita yang ceria, bukan Nita yang pemurung.” Aku menatap ke dua bola matanya, berharap ia mengangguk dan menyetujui permintaanku kali ini. Nita nampak terdiam, sepertinya ia berusaha untuk tidak mengingat kenangan buruk, kenangan di mana ia kehilangan seseorang yang sangat ia sayangi. Kembali ia menghela napasnya, mengumpulkan sisa-sisa keberanianya.
“ayo, tunggu apa lagi?” ujarnya. Ia melangkah pasti menaiki bukit itu, aku tersenyum melihatnya. Nitaku akan segera kembali, aku yakin itu.
Suasana di sini memang tidak ada yang berubah, damai dan sejuk. Banyak sekali kupu-kupu maupun burung-burung yang berterbangan, menambahkan keindahan. Semilir angin menemani kita berdua, membelai perlahan rambut panjang milik Nita, dan sepertinya ia nampak menikmati semuanya, mata indah itu ia pejamkan, menarik napas dalam lalu menghembuskannya perlahan, mungkin dengan itu ia berharap semua beban yang ada di dalam dirinya berkurang. Aku terus saja memandanginya, tersenyum senang melihatnya.
“kau tau kenapa aku ajak kau ke sini?” tanyaku memecahkan keheningan di antara kita. Kau menggeleng pelan.
“aku ingin menggantikan kenangan buruk dengan sebuah kenangan indah.” Kau menatapku dengan tatapan bingung, aku tersenyum lalu berdiri dan mengacak-acak rambutmu pelan.
“Nit, aku tau aku bukan dia, aku tau aku tak akan bisa menggantikan posisinya di hatimu Nit. Tapi nit ijinkan aku untuk masuk ke dalamnya.” Aku berusaha sekuat tenaga untuk menutupi rasa grogiku, aku tidak mau kata-kata yang sudah ku susun semalam suntuk ini gagal. Nita tersenyum lalu berdiri tepat di hadapanku.
“Ron, aku memang belum bisa melupakan kenangan buruk itu, tapi aku mau membuat sebuah kenangan baru bersamamu.” ujarnya pelan, ia membalikan badannya menatap langit mendung siang ini. “langit sampaikan salamku untuknya, sampaikan bahwa aku sudah menemukan seseorang yang dapat membuat kenangan indah itu lagi, langit sampaikan padanya kalau dia tak perlu menghawatirkanku di sana, karena sekarang dialah yang akan menjagaku.” Lanjutnya lagi, bersamaan dengan itu langitpun kembali menumpahkan air. Perlahan tapi pasti air itu terus tumpah, membuat bukit ini basah. Aku tersenyum senang, memeluknya erat sangat erat tak ingin rasanya melepaskannya.

Hujan kini menjadi sanksi bisu perjanjianku dengan dia. Janjiku yang akan selalu ku penggang sampai maut menjemputku, janjiku untuk selalu membahagiakannya, dan membuat goresan indah di dalam kehidupannya. Hujan jagalah dia saat ku tak ada, hujan berikanlah dia kesegaran ketika kemarau menyelimuti harinya. Hujan temani dia saat ia merasakan panas. Hujan samarkanlah tangisannya, jangan biarkan ia menangis lagi.
 

A N L Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea